KKP Komit Mengembangkan Sentra Kelautan

985 views
baner murah berpotensi
Menteri kelautan dan perikanan

Menteri kelautan dan perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) komit mengembangkan sentra kelautan dan perikanan dari pinggiran dan perbatasan. Salah satunya Natuna, Kepulauan Riau, di mana KKP memiliki program Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kepulauan Natuna. Sesuai arahan Presiden, Natuna akan difokuskan pembangunannya melalui sektor perikanan, sektor migas, dan pertahanan. Sebagai salah satu pulau terluar di Indonesia, Kepulauan Natuna akan diprioritaskan pada empat pembangunan, yaitu industri perikanan; pariwisata di Pulau Senoa; industri migas, dan ketahanan TNI untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada peringatan kemerdekaan RI lalu di Natuna.

Aset Kelautan Yang Sangat Berharga

“Kita semua tahu bahwa pulau terluar di Indonesia merupakan aset bangsa yang sangat berharga sebagai wilayah terdepan NKRI. Untuk itu, KKP terus berupaya mempercepat pembangunan pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan Indonesia melalui Program SKPT di 15 pulau yaitu Tahuna, Simeulue, Natuna, Mentawai, Nunukan, Morotai, Biak Numfor, Talaud, Rote Ndao, Moa, Saumlaki, Tual, Sarmi, Timika dan Merauke. Bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-71 ini, Saya berada di Natuna, salah satu pulau dalam program SKPT tersebut, untuk memulai langkah dalam mempercepat pembangunan di wilayah ini,” ujarnya.

Prioritas KKP di Natuna

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat di sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu prioritas KKP di Natuna. Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM bagi masyarakat, KKP menyelenggarakan Program Sekolah Lapang di kepulauan tersebut yang dilaksanakan oleh Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, salah satu satuan pendidikan KKP. Selain di Natuna, SUPM Pontianak juga menyelenggarakan Sekolah Lapang di Nunukan, Kalimantan Utara.

Disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) KKP Rifky Effendi Hardijanto di Natuna, pada tahun ini Program Sekolah Lapang tersebut diberikan bagi 25 peserta di sembilan Desa Mitra di Natuna. Desa tersebut yakni Desa/Kelurahan Bandarsyah (9 orang), Ranai (1 orang), Batu Ampar (7 orang), Cemaga Tengah (2 orang), Pengadah (1 orang), Kelanga (1 orang), Sepempang (1 orang), Cemaga (1 orang), dan Cemaga Selatan (2 orang).

Dana Untuk Sekolah Lapang

KKP menyiapkan dana Rp 65 juta bagi setiap Program Sekolah Lapang. Selain sekolah lapang, pihaknya juga menyiapkan kegiatan pelatihan budidaya rumput laut bagi 150 orang senilai Rp 363,75 juta; pelatihan pengolahan rumput laut bagi 150 orang senilai Rp 386,25 juta; serta percontohan penyuluh dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan senilai Rp 102 juta. Dengan demikian, dana yang dialokasikan bagi pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan di Natuna tahun ini total mecapai Rp 902 juta.

baner murah berpotensi
Penulis: 
author
Orang yang sederhana, ramah dan pantang menyerah. Berpengalaman kerja sebagai wartawan dan penulis sejak tahun 1999. Anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini.

Posting Terkait

baner murah berpotensi