Maksimalkan Peran Jagawana Membentuk Tim Anti Perburuan Liar

758 views
baner murah berpotensi

Sahabat Potensi. Ditengah kiris perburuan satwa secara global, telah hadir Panduan Pelatihan jagawana, untuk Ranger Lapangan, yang memungkinkan untuk membentuk Tim Anti Perburuan Liar, yang lebih revolusioner, untuk beragam kondisi di lapangan, dan garis depan. Dengan panduan ini, diharapkan dapat menyelamatkan manusia, dan satwa liar.

Maksimalkan Peran Jagawana

Maksimalkan Peran Jagawana

Dalam satu dekade, secara global sebanyak 1000 jagawana telah terbunuh dalam tugas, dari angka tersebut sebanyak 80% mati dibunuh oleh pemburu, sisanya kelompok militan. Angka kehilangan ini mengarisbawahi bahwa jagawana perlu pelatihan dan peralatan yang memadai.

Tim perumus yang membuat panduan ini merupakan gabungan dari para ahli dan juga jagawana yang sudah memiliki pengalaman. Seri panduan pelatihan awal ini akan digunakan secara global oleh International Ranger Federation – Federasi Internasional Jagawana, Global Tiger Forum, Thin Green Line Foundation, PAMS Foundation dan WWF.

Perdagangan satwa liar ilegal merupakan kejahatan kriminal keempat terbesar di dunia yang diperkirakan mencapai 19 Miliar USD pertahun. Pemburu menargetkan spesies ikonik seperti gajah, harimau, dan badak dengan menggunakan metode yang canggih dan teknologi terkini. Dengan jagawana yang minim pelatihan, menghadapi pemburu dengan metode canggih akan terus mengalami kegagalan operasi, luka serius bahkan kematian.

Survei Persepsi untuk Jagawana

Tahun lalu, WWF menyelenggarakan survei persepsi untuk jagawana, di Asia dan Afrika, hasilnya mayoritas ranger, merasa terancam keselamatan jiwanya, ketika bertugas, dan juga minim peralatan. Setengahnya, merasa tidak dilatih secara layak, untuk melakukan tugasnya secara efektif.

Dalam konteks Indonesia, selain kurangnya pelatihan, jumlah penjaga hutannya juga tidak memadai, menurut studi Tigers Alive Initiative (TAI), diperlukan delapan orang ranger setiap 100 km2. Maka, dilihat dari luasan hutan lindung, dan konservasi di Indonesia, setidaknya, harus ada sekitar 48.000 personil polisi hutan, untuk menjaga keutuhan hutan, termasuk segala sumber daya flora, dan fauna di dalamnya.

Data KLHK

Sementara itu Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2015, saat ini hanya ada sekitar 8.000 personil penjaga hutan (Polhut). Dari jumlah personil tersebut, 5.000 personil dikelola oleh pemerintah daerah, dan sisanya di bawah tanggung jawab KLHK).

Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Arnold Sitompul mengatakan, ”Indonesia memiliki keaneragaman hayati yang sangat rentan akan kepunahan, oleh karenanya menjaganya secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pihak termasuk pemerintah dan masyarakat adalah suatu keharusan”.

Arnold juga mengharapkan, agar panduan ini dapat melengkapi kurikulum penjaga hutan yang sudah ada, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan dapat dijadikan panduan yang lengkap untuk melibatkan masyarakat secara langsung”.

Pelatihan dasar untuk jagawana merupakan bagian yang sangat penting untuk meningkatkan kapasitas, dan mempersiapkan kapasitas penjaga hutan untuk menghadapi situasi yang tak terduga.

Kurikulum Pelatihan

Kurikulum pelatihan untuk ranger ini, adalah seri pertama untuk standar pelatihan bagi penjaga hutan. Metode palatihan dibangun berdasarkan kolaborasi antara :

International Ranger Federation, Global Tiger Forum, PAMS Foundation, WWF, The Thin Green Line Foundation, United For Rangers (UFR), Southern African Wildlife College, International Anti-Poaching Foundation (IAPF), Conservation International, African Parks Network, TRAFFIC, Panthera, Wildlife Trust of India (WTI) and Global Wildlife Conservation (GWC).

Pelatihan ini berisi operasi dasar, taktik yang diperlukan bagi tim anti pemburu di lapangan, dan juga dapat membantu taman nasional, organisasi konservasi.

Dengan adanya standar ini, akan membantu membentuk manual bagi tim anti perburuan liar, penegakan hukum, tracking, konservasi, pertolongan pertama dan proseur untuk akses ke pengadilan bagi penjagan hutan.

Baca Juga Rusaknya Kawasan Hutan

baner murah berpotensi
Penulis: 
author
Orang yang sederhana, ramah dan pantang menyerah. Berpengalaman kerja sebagai wartawan dan penulis sejak tahun 1999. Anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini.

Posting Terkait

baner murah berpotensi