WWF-Indonesia Ajak KelolaTata Ruang Koridor RIMBA dari Kawasan Hutan dan Area Penggunaan Lainn

897 views
baner murah berpotensi

Sahabat Potensi. Dilihat dari segi status kawasan Koridor RIMBA terdiri dari kawasan hutan dan area penggunaan lain, sedangkan ditinjau dari batas administrasi merupakan bagian dari 3 provinsi (Riau, Jambi dan Sumatera Barat), dan 19 kabupaten.

Koridor Rimba

Koridor Rimba

Koridor RIMBA meliputi kawasan Riau, Jambi dan Sumatera Barat (RIMBA) dengan luasan 3,8 hektar, merupakan salah satu dari lima koridor ekosistem se-Sumatera yang termaktub dalam pasal 48, Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencata Tata Ruang Pulau No. 13 /2012 sebagai kawasan yang menghubungkan beberapa kawasan konservasi.

Untuk mengakomodasi pengelolaan hasil alam (jasa ekosistem), dan keragaman hayati secara lestari, yang diwakili oleh spesies langka sebagai payung antara lain harimau Sumatera, gajah Sumatera dan burung.

Kondisi Pulau Sumatera kian memprihatinkan, data WWF-Indonesia menunjukan bahwa luasan hutan Pulau Sumatera menyusut, dari 15,8 juta hektare pada tahun 2000 menjadi 10,5 juta hektare tahun 2016.

Tak hanya itu, data WWF Indonesia juga menunjukan jumlah populasi satwa liar dilindungi juga menurun, seperti Harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae), yang jumlahnya tersisa 371 dari 400 ekor tahun sebelumnya.

Diperlukan solusi alternatif terintegrasi yang menyatukan kepentingan ekonomi dan pelestarian ekosistem, untuk mengelola Tata Ruang Pulau Sumatera, agar tidak terlambat menjadi bencana ekologis yang lebih parah.

Untuk itu, kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan WWF-Indonesia melalui program kemitraan Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) mengadakan Forum Dialog Tata Kelola Tingkat Nasional Tentang Badan Kerjasama Ekonomi Hijau RIMBA, 27 Februari-1 Maret 2017 di Hotel Ambhara, Jakarta.

Koridor RIMBA

Asisten Deputi  Tata Kelola Kehutanan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Dr. Prabianto Mukti Wibowo, mengatakan.  “Koridor RIMBA merupakan bagian dari rencana rinci tata ruang nasional yang penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, dan kelestarian lingkungan alam, melalui peningkatan ekonomi masyarakat lokal berbasis prinsip ekonomi hijau. Hal ini juga akan berkontribusi untuk upaya penurunan emisi gas rumah kaca.”

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pemanfaatan Ruang, Direktorat Jenderal Tata Ruang Nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, Dwi Haryawan, menyebutkan, “Koridor Rimba butuh adanya lembaga pengelola lanskap koridor, untuk itu perlu didorong regulasi sebagai payung hukum tata kelola koridor Rimba”. Lanjut Dwi, “Lembaga ini diharapkan menjadi model untuk pengelolaan empat koridor ekosistem lainnya yang juga telah ditetapkan dalam Perpres No 13 Tahun 2012”.

“Pentingnya kehadiran kelembagaan RIMBA karena kita berlomba dengan waktu terhadap terjadinya bencana ekologis Pulau Sumatera jika tidak dikelola secara baik, untuk itu perlu segera mewujudkan model pengelolaan lanskap koridor Rimba yang terintegrasi ini dalam bentuk Badan Kerjasama Ekonomi Hijau RIMBA, bentuknya seperti lembaga yang dapat

Mensinergikan Hubungan Kerjasama Kelembagaan

Thomas Barano, Strategic Leader Conservation Science Unit  WWF-Indonesia. Mengatakan, dengan adanya lembaga ini, diharapkan dapat menjawab permasalahan ruang antar lintas provinsi, di koridor RIMBA juga pemantauan pemanfaatan ruang.

Perwujudan tata kelola koridor RIMBA, dapat mensinergikan hubungan kerjasama kelembangaan, antara pemerintah pusat dan daerah, juga secara horisontal antar tiga daerah propinsi, dalam hal pengembangan program ekonomi hijau, dengan melakukan pemantauan pemanfaatan ruang, sehingga menjadi solusi dalam mengatasi masalah lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan wilayah secara berkelanjutan.

Baca Juga Akibat Rusaknya Kawasan Hutan

baner murah berpotensi
Penulis: 
author
Orang yang sederhana, ramah dan pantang menyerah. Berpengalaman kerja sebagai wartawan dan penulis sejak tahun 1999. Anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini.

Posting Terkait

baner murah berpotensi