KKP Beri Penghargaan Bagi Kelompok Terbaik

679 views
baner murah berpotensi

Sebagai salah  satu  bentuk motivasi bagi kelembagaan pelaku utama perikanan, yang didampingi oleh peran penyuluh perikanan, untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas, pengelolaan usaha, serta kontribusinya dalam pembangunan kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan penghargaan kepada kelompok pelaku utama perikanan mandiri berprestasi secara nasional. Penghargaan diberikan secara simbolis oleh Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Rifky Effendi Hardijanto, kepada kelompok terbaik dari tiga provinsi.

KKP Beri Penghargaan Bagi Kelompok Terbaik

KKP Beri Penghargaan Bagi Kelompok Terbaik

 Rifky mengatakan, pihaknya telah melaksanakan penilaian dan penetapan penyuluh teladan nasional dan kelompok mandiri berprestasi nasional sebagai apresiasi terhadap kontribusi positif penyuluh dan kelompok yang disuluh. Penilaian dan penetapan penyuluh teladan nasional sudah dilaksanakan selama tiga tahun, sedangkan penilaian dan penetapan kelompok mandiri berprestasi nasional telah dilaksanakan selama dua tahun.

Bahwa sektor kelautan dan perikanan, memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, sebagai  pendorong  pertumbuhan  perekonomian  nasional,  penciptaan lapangan  kerja,  pengentasan  kemiskinan, serta  pelestarian  lingkungan yang  berkelanjutan. Untuk  menjalankan  peran  sentral  tersebut, maka diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, andal, serta berkemampuan, dan tercermin pada para pelaku utama, sebagai pelaku pembangunan kelautan dan perikanan, yang  mampu membangun  agribisnis  dari  hulu  sampai  ke  hilir, berdaya saing tinggi, dan berperan serta dalam melestarikan lingkungan usahanya, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Kelompok Terbaik yang Menerima Penghargaan

Penghargaan bagi penyuluh teladan nasional telah diberikan pada peringatan puncak Hari Nusantara 2016, 13 Desember lalu, di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Adapun pada kesempatan ini diberikan penghargaan kepada kelompok terbaik, antara lain Kelompok Mino Bayu Lestari dari Kulonprogo, Yogyakarta (Juara I); Kelompok Mina Makmur Jaya dari Kota Jambi (Juara II), serta Kelompok Mertha Segara Samuh dari Kuta Selatan, Bali (Juara III). Ketiga kelompok tersebut telah meningkat kemampuan kelas kelompoknya, salah satunya dilakukan melalui pendampingan oleh penyuluh perikanan.

 Mino Bayu Lestari berdiri pada 2011, ditetapkan sebagai kelompok berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengukuhan Nomor 27/HM.PI/XII/2012, dengan jenis usaha pembesaran ikan gurami. Kelompok dengan kelas madya ini, beranggotakan 23 orang. Aset yang dimiliki senilai Rp 117 juta, dengan omset Rp 181.474.000, dan jumlah kolam 63 unit dengan luas 1.512 m2.

 Adapun Mina Makmur Jaya berdiri pada 2012, ditetapkan sebagai kelompok berdasarkan SK Pengukuhan Nomor 399.A/TLP/XII/2014, dengan jenis usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan nila. Kelompok dengan kelas madya ini, beranggotakan 16 orang. Asset yang dimiliki senilai Rp 695 juta, dengan jumlah KJA 327 unit, masing-masing berukuran 3X4 m, dan omset mencapai Rp. 1.123.276.000.

 Sementara itu, Mertha Segara Samuh berdiri pada 1989, ditetapkan sebagai kelompok berdasarkan SK Pengukuhan Nomor 461 Tahun 1997, dengan jenis usaha penangkapan ikan sebagai usaha pokok serta jasa transportasi pariwisata bahari, restoran, art shop, penyawaan perahu, counter water spot, dan simpan pinjam sebagai usaha sampingan. Kelompok dengan kelas utama ini, beranggotakan 54 orang. Omsetnya mencapai 11,5 milyar.

Penilaian Kelompok

 “Kelompok perikanan mandiri dicirikan dengan ikatan yang terbentuk pada kelompok tumbuh berkembang menuju kemampuan kelompok, untuk mengatur dan mengarahkan diri sendiri dengan memanfaatkan, mengolah dan mengelola optimalisasi potensi sumberdaya untuk kesejahteraan anggotanya,” ujar Rifky.

 Ia mengatakan, penilaian kelompok perikanan mandiri berprestasi dilakukan melalui proses penilaian yang obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penilaian  tersebut harus memberikan gambaran yang akurat dan terukur terhadap kinerja pelaku utama perikanan.

 “Penilaian kelompok berprestasi nasional dilakukan berjenjang mulai seleksi dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk selanjutnya diusulkan menjadi calon kelompok mandiri berprestasi nasional. Penilaian tersebut melalui beberapa tahapan, antara lain penilaian portofolio, wawancara melalui video conference, dan uji petik penilaian lapangan,” tambahnya.

Baca juga

baner murah berpotensi
Penulis: 
author
Orang yang sederhana, ramah dan pantang menyerah. Berpengalaman kerja sebagai wartawan dan penulis sejak tahun 1999. Anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini.

Posting Terkait

baner murah berpotensi