Peluang Bisnis Terbuka Bagi Para Investor

743 views
baner murah berpotensi

Sahabat Potensi. Saat ini, pemerintah sudah banyak mengeluarkan kebijakan yang mendukung kemudahan bagi para pebisnis, sehingga dengan banyaknya potensi di Indonesia, akan banyak peluang bisnis terbuka bagi para investor.

“ merupakan kunci dari perekonomian Indonesia saat ini, sehingga kita perlu mengubah, menyederhanakan kebijakan-kebijakan, dan prosedur-prosedur dalam berbisnis. Itu sudah kita lakukan, langkah selanjutnya adalah promosi,” Hal itu yang ungkapkan Thomas Lembong, Kepala BKPM dalam keterangan resmi kepada pers.

Thom menambahkan, bahwa berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi para investor. “Deregulasi berbagai jenis peraturan, dan perizinan, layanan izin  3 jam, serta pengampunan pajak, yang sudah diluncurkan menjadi usaha-usaha pemerintah untuk menarik minat investor.

Banyak peluang di Indonesia, tapi kita juga perlu memberikan service yang baik bagi para investor. Selain itu juga, kami berusaha, agar  ini bisa merata di berbagai daerah dan sektor. Supaya pembangunan, dan penyerapan tenaga kerja merata.”

Meningkatkan Investor dari Luar Negeri

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, melakukan langkah aktif untuk meningkatkan investor  dari luar negeri, dengan bertemu dengan 20 CEO India, dan 5 CEO Indonesia, dalam kunjungan resmi kenegaraan, bersama dengan Presiden RI Joko Widodo ke India pada Selasa, (13/12) lalu.

Pada acara yang bertempat di Royal Ballroom, The Leela Palace Hotel, New Delhi tersebut, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia.

Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan, bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia saat ini positif, hal ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan bisnis, terutama di bidang e-commerce, pariwisata dan manufaktur.

“Saat ini, mungkin saat yang menguntungkan dalam memanfaatkan momentum yang kuat, antara Perdana Menteri Modi dan saya. Saat ini juga adalah, waktu yang sangat tepat untuk menggali lebih banyak peluang di Indonesia,” jelasnya.

 Dalam pertemuan bilateral, antara Presiden RI Joko Widodo, dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi, telah ditandatangani MoU “Standardisasi Perdagangan” antar kedua negara. Hal ini diyakini, dapat meningkatkan perdagangan, dan mendukung kerja sama di sektor ekonomi.

Peningkatan kerja sama ekonomi, terutama diversifikasi perdagangan, antara Indonesia dengan India menjadi isu utama pertemuan bilateral tersebut.  Selain itu, kedua negara terus berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama.

Turut Mendampingi Presiden RI

Turut mendampingi Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kali ini, antara lain; Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Menurut data BKPM, pada Januari-September 2016, India berada pada posisi ke-25, dengan nilai realisasi mencapai US$ 37,76 juta dengan total 335 proyek. Mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015, dengan realisasi  mencapai US$ 33,2 juta dengan total 145 proyek.

Di tahun 2016, realisasi  asal India terbesar pada sektor perdagangan besar tekstil, pakaian dan alas kaki yang mencapai US$ 16,42 juta.

Baca juga Pabrik Sawit Harus di Tambah

baner murah berpotensi
Penulis: 
author
Orang yang sederhana, ramah dan pantang menyerah. Berpengalaman kerja sebagai wartawan dan penulis sejak tahun 1999. Anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini.

Posting Terkait

baner murah berpotensi