Mempertahankan Sentra Produsen Kedelai Nasional

1314 views
baner murah berpotensi

Sahabat Potensi. Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu sentra produsen kedelai di Indonesia, yang perkembangan produksinya justru menggalami penurunan. Dari hasil diskusi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTB penyebab terjadinya penurunan ini antara lain:

Wawancara mengenai kedelai di Kab. Bima

Wawancara mengenai kedelai di Kab. Bima

(i) Dari segi kebijakan. Dimana pemerintah daerah tidak memasukkan tanaman kedelai sebagai prioritas komoditas tanaman andalan provinsi. Untuk saat ini, pemerintah daerah lebih memfokuskan kepada pengembangan dan peningkatan produksi padi, jagung, ternak khususnya sapi dan rumput laut.

(ii) Dari segi budidaya. Menurut petani, tanaman kedelai merupakan tanaman yang sulit diusahakan, disisi lain hasil produktivitasnya sangat rendah. Benih harus dibeli setiap ditanam, hal ini disebabkan benih yang diperoleh dari hasil panen sendiri tidak bertahan lama. Ketahanan benih (dorman) tidak sampai tiga bulan, sementara jarak waktu menanam kedele dari satu musim ke musim yang lain paling cepat selama 6 bulan.

Sebelumnya, petani pernah mempergunakan teknologi tradisional dalam menambah umur simpan benih, yaitu dengan cara menyimpan benih di zak semen. Pada waktu itu zak semen berlapis lapis sampai 6 lapis, sehingga benih bisa kedap udara. Tetapi sekarang cara seperti ini tidak bisa dipergunakan lagi, karena zak semen hanya 2 lapis sehingga tembus oleh udara.

Permasalahan lainnya dalam budidaya kedelai adalah : pemakaian benih bermutu/berlabel ditingkat petani masih rendah dan serangan hama penyakit tinggi yang bisa menurunkan produktivitas.

(iii) Dari segi harga jual. Tanaman kedelai kalah dengan tanaman lainnya. Harga jual rata – rata tidak beranjak dari Rp. 5.000 perkilogramnya. Apabila ada harga komoditas lainnya yang lebih tinggi, maka petani tidak akan mengusahakan tanaman kedelai. Komoditas yang sekarang menjadi pesaing kedelai adalah jagung, cabe merah, bawang merah dan tembakau.

Keragaan Kedelai di Kabupaten Bima

Dari 11 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Bima merupakan kabupaten yang paling banyak menghasilkan kedelai. Pada tahun 2015 produksi di Provinsi NTB sebanyak 125.036 ton dan 30,7 persen berasal dari Kabupaten Bima.

Produksi di Bima dapat dihasilkan setiap musim, hal ini direpresentasikan dari pola tanam yang ada di Kecamatan Bolo dan Kecamatan Madapangga, yang merupakan sentra produsen kedelai Bima.  Pada musim hujan ditanam di lahan tegalan dan pada musim kemarau tanaman di tanam di lahan sawah.

Tabel 1. Luas Tanam 2016 di Kabupaten Bima

Kecamatan Luas Lahan MH

Oktober-Maret

MK I

April – Juni

MK II

Juli – September

Sawah Tegalan
Bolo 2.215 2.931 2.056 1.431 1.758
Madapangga   2.763 4.535 1.000 1.032 1.274

Kalau dilihat dari perkembangan, luas panen di Kabupaten Bima dari tahun 2009 sampai 2015 mengalami pasang surut. Dalam masa 7 tahun tersebut, luas panen yang paling luas terjadi pada tahun 2010, yaitu seluas 29.745 ha, dan yang paling sedikit luasan panen terjadi pada tahun 2012 (23.283 ha). Pertumbuhan produksi juga mengalami pasang surut (fluktuatif) dengan produksi paling tinggi terjadi pada tahun 2014 (42.579 ton) dan terendah tahun 2012 (26.821 ton).

Agar produksi kedelai di Kabupaten Bima bisa meningkat, maka disarankan : (i) harga, sebaiknya harga jual paling rendah Rp. 7.500 perkilogram ; (ii) adopsi teknologi budidaya, masih banyak petani yang mempergunakan benih tidak bersertifikat, jarak tanam tidak teratur, penggunaan jenis dan dosis pupuk tidak sesuai dengan paket anjuran ; (iii) alsintan, pengolahan lahan, penanaman dan panen masih mempergunakan alat tradisional ; (iv) program peningkatan produktifitas kedelai yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah hendaknya diteruskan ; (v) menambah dan meningkatkan tenaga kerja di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

baner murah berpotensi
author
Peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian di Kementerian Pertanian, sejak tahun 1995. Keahlian dan minat yang diteliti khususnya tentang : ekonomi pertanian, agribisnis, kelembagaan dan manajemen, anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini

Posting Terkait

baner murah berpotensi