RASKIN Berubah Menjadi RASTA

1044 views
baner murah berpotensi

RASKIN Berubah Menjadi RASTA

Sahabat Potensi. Penyaluran raskin (beras miskin) mulai dilaksanakan tahun 2002 dan kegiatan ini tidak muncul dengan sendirinya, melainkan perubahan dari nama kegiatan Operasi Pasar Khusus (OPK). Sementara OPK merupakan bagian dari program Jaring Pengaman Sosial (social safety net) yang diperuntukan untuk mengatasi dampak krisis ekonomi yang kegiatannya diluncurkan pemerintah pada bulan Juli 1998. Adapun tujuan program raskin menurut Bulog (2010) adalah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan (beras) keluarga miskin dan sekaligus diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, selain itu juga untuk meningkatkan/membuka akses pangan keluarga miskin dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat pada tingkat harga subsidi dengan jumlah yang telah ditentukan.

 

Raskin Berubah Jadi Rasta, Rasta Berubah Jadi Uang

Raskin Berubah Jadi Rasta, Rasta Berubah Jadi Uang

Raskin Berubah

Dalam melaksanakan bantuan beras untuk keluarga miskin juga terjadi perubahan. Pada awalnya bantuan yang diberikan kepada rumah tangga miskin (RTM) sebanyak 10 kg, selama beberapa tahun berikutnya bervariasi dari 10 kg sampai 20 kg dan pada tahun 2009 ditetapkan menjadi 15 kg. Frekuensi distribusi pada awalnya diberikan sebanyak 12 kali dalam setahun ( 1 kali sebulan) menjadi 10 kali pada tahun 2006 dan kembali lagi menjadi 12 kali pada tahun 2007. Harga tebus beras yang dibayar oleh RTM perkilogramnya sebesar Rp. 1.000 dan tahun 2008 harga tebus beras tersebut berubah menjadi Rp. 1.600 perkilogramnya.

Pada tahun 2016 pemerintah melalui Menko PMK merubah kegiatan Raskin (beras untuk rakyat miskin) menjadi Rastra (beras untuk rakyat sejahtera). Jumlah penerima manfaat Rastra untuk tahun 2016 telah ditetapkan sebanyak 15,5 juta RTS (Rumah Tangga Sasaran) dengan alokasi 15 kg per RTS per bulan selama 12 bulan dengan harga tebusan Rp 1.600 di titik distribusi.

RASTA Jadi Uang

Belum beberapa tahun pelaksanaan Rastra kegiatan pemberian beras murah (raskin) kembali dirubah. Hal ini terlihat dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017 dan Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017, pemerintah akan mengubah mekanisme penyaluran raskin di 44 kota. Sebanyak 1,5 juta keluarga miskin (8,5% dari total penerima manfaat raskin) akan menerima transfer Rp. 110.000 perbulan. Uang yang diterima tidak bisa diambil tunai dan hanya bisa dibelanjakan untuk membeli beras di pedagang pasar/warung/toko.

Dalam pelaksanaan pemberian kartu debit pada tahun 2017 bisa menimbulkan beberapa pertanyaan diantaranya: (i) apakah peranan Bulog akan bergeser, karena salah satu tugasnya adalah memberikan beras murah kepada masyarakat miskin ; (ii) apakah sudah dilaksanakan sosialisasi bagaimana mempergunakan kartu debit pembelian beras, karena selama ini masyarakat miskin tidak terbiasa mempergunakan kartu eletronik ; (iii) apakah alat penerima kartu debit tersebut sudah ada di setiap pedagang beras ; (iv) apakah jaringan untuk mempergunakan kartu debit tersebut sudah disiapkan ; (v) apakah jenis beras yang diterima menurut ketentuan atau penerima manfaat bebas memilih jenis dan rasa beras dan (vi) apakah boleh tidak membeli beras dan mengganti dengan kebutuhan lainnya.

baner murah berpotensi
author
Peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian di Kementerian Pertanian, sejak tahun 1995. Keahlian dan minat yang diteliti khususnya tentang : ekonomi pertanian, agribisnis, kelembagaan dan manajemen, anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini

Posting Terkait

baner murah berpotensi