Ragam Produk Turunan Kelapa yang Sangat Bermanfaat

1173 views
baner murah berpotensi

Ragam Produk Turunan Kelapa

Sahabat Potensi. Kelapa (Cocos nucifera L) memiliki peran strategis bagi masyarakat Indonesia sebagai salah satu bahan baku dari sembilan bahan pokok masyarakat. Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu sentra penghasil kelapa di Indonesia yang terus mengalami peningkatan produksi dari  37.524 ton (2011) naik menjadi 43.645 ton (2012) (BPS Sulawesi Barat, 2013). Salah satu desa penghasil terbesar di Provinsi Sulawesi Barat adalah Desa Lombong Timur yang pada tahun 1990 luas lahan kebun dalam sekitar 300 ha, dan pada tahun 2000  ada peningkatan luas kebun menjadi 400 ha sampai tahun 2015.

Baca juga Sentra Produsen Kedelai Nasional

Kelapa dan Batoknya

Kelapa dan Batoknya

Panen Kelapa

Petani di desa ini umumnya memanen/memetik 3 sampai 4 kali dalam setahun. Pohon dapat ditanami sejumlah 200 batang dalam satu hektar dan dalam satu kali petik bisa mencapai 2.500 butir perhektar. Kelapa tersebut ada yang dijual langsung di dalam desa dengan harga perbutir Rp. 1.500, ada juga yang menjual di pinggir jalan dengan harga Rp. 2.500 perbutir. Tetapi yang menjadi permasalahan tidak ada yang membeli dalam jumlah yang besar.

Umumnya petani lebih senang menjual dalam bentuk kopra, dengan cara mencungkil daging kelapa kemudian dibakar selama 2 hari (masih mempergunakan cara tradisional). Untuk menghasilkan 1 kg kopra kering dibutuhkan 5 butir kelapa dan 1 kilogram di jual seharga Rp. 10.000 di lokasi petani. Kopra kering tersebut di bawa ke Makasar dan dijual dengan harga Rp. 14.000 perkilogramnya.

Minyak

Produk lainnya dari buah kelapa adalah minyak atau dalam bahasa daerah masyarakat lebih mengenal dengan sebutan minyak mandar. Cara pembuatan minyak mandar adalah santan dimasak sekitar 5 sampai 6 jam, tergantung kapasitas santan yang dimasak. 50 butir kelapa akan menghasilkan 8 liter minyak mandar. Bila di jual perkilonya bisa laku seharga Rp. 18.000. Umumnya minyak mandar dipergunakan untuk konsumsi sendiri tidak untuk dikomersilkan. Oleh karena itu petani membuat minyak mandar, minimal dalam satu bulan satu kali.

Batok

Manfaat lain dari kelapa adalah batok atau tempurung yang bisa dipergunakan sebagai bahan baku industri arang tempurung. Petani biasanya menjual batok atau tempurung ke pedagang arang tempurung dalam bentuk kemasan karung. Dalam satu karung dihargai pedagang sebesar Rp. 20.000 dan satu karung tempurung beratnya sekitar 50 kg. Batok yang dibakar menjadi arang tempurung dijual pedagang ke konsumen dengan harga perkilogramnya sebesar Rp. 3.300.

Pembuatan Arang Batok

Batok kelapa atau tempurung bisa dijadikan arang dengan mempergunakan dua metode, yaitu dengan cara dibakar dengan mempergunakan drum aspal atau dibakar dengan cara membuat lubang tanah sedalam 1 meter. Kelemahan dan keuntungan dari dua metode ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Metode Pembakaran Batok Menjadi Arang Tempurung

Metode Keuntungan Kelemahan
Mempergunakan Drum Lebih bersih tidak ada campuran batu dan tanah.

Waktu dingin lebih cepat.

Waktu pembakaran lebih lama.

Kekuatan drum 2 sd 3 tahun.

Kapasitas tempurung yang dibakar terbatas.

Dengan Lobang Tanah Kapasitas tempurung yang dibakar lebih banyak.

Waktu pembakaran lebih cepat.

Berisko pada saat pembakaran dimusim hujan.

Kualitas kurang baik, karena tercampur dengan batu atau tanah.

Waktu dingin lebih lama, sehingga mengangkat tempurung dari lobang membutuhkan waktu.

baner murah berpotensi
author
Peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian di Kementerian Pertanian, sejak tahun 1995. Keahlian dan minat yang diteliti khususnya tentang : ekonomi pertanian, agribisnis, kelembagaan dan manajemen, anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini

Posting Terkait

baner murah berpotensi