PEMBAGIAN LAHAN PERTANIAN

1292 views
baner murah berpotensi

Sahabat Potensi. Pemerintah sudah mempersiapkan lahan untuk kebutuhan pertanian seluas 9 juta hektar. Tetapi lahan tersebut belum didistribusikan ke penggarapnya, karena pemerintah belum menemukan skema pembagian yang dianggap adil dan tepat sasaran. Pembagian lahan pertanian seluas 9 juta hektar merupakan salah satu solusi pemerintah dalam mengganti lahan pertanian yang berkurang (beralih fungsi) secara masif berkisar 50-60 ribu hektar pertahun. Selain itu, pembagian lahan ini juga sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian yang tiap tahun melakukan kegiatan cetak sawah.

Pembagian Lahan Pertanian

Pembagian Lahan Pertanian

            Pada tahun 2016 Direktorat Perluasan dan Perlindungan Lahan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat berupaya membuka sawah baru seluas 32.129 hektar di 27 provinsi pada 161 kabupaten. Apabila lahan sawah baru ini bisa menghasilkan rata-rata 3 ton gabah, maka produksi gabah kita akan bertambah sebanyak 396.387 ton untuk setiap musim. Produksi gabah akan terus bertambah apabila lahan tersebut terus diusahakan untuk menanam padi.

Manfaat Pembagian Lahan Pertanian

            Pembagian lahan pertanian ini, sangatlah banyak manfaatnya, apabila dari 9 juta lahan tersebut (i) 5 juta dimanfaatkan untuk tanaman padi, maka dalam setiap musimnya akan terjadi penambahan gabah 15 juta ton ; (ii) 3 juta lahan dimanfaatkan untuk tanaman jagung, maka dalam setiap musimnya akan terjadi penambahan 12 juta ton pipilan jagung : (iii) 1 juta lahan dimanfaatkan untuk tanaman kedelai, maka dalam setiap musimnya akan terjadi penambahan 1,3 juta ton kedele ; (iv) apabila satu petani mendapatkan jatah tanah seluas 1,5 hektar, maka 6.000 petani akan menjadi petani baru.

Agar manfaat pembagian lahan ini terus berkelanjutan maka disarankan :

  • Lahan yang akan dibagi dimasukan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten, sebagai lahan abadi yang diperuntukkan khusus untuk sektor pertanian.
  • Lahan yang diberikan tidak boleh diperjualbelikan, tetapi boleh disewakan setelah digarap selama 5 tahun oleh si pemilik. Si penyewa hanya boleh mempergunakan lahan tersebut untuk kegiatan di sektor pertanian.
  • Calon petani yang mendapatkan lahan pemerintah adalah buruh tani yang sudah terbiasa menjadi penggarap di lahan pertanian milik orang lain. Persyaratan ini menjadi penting karena si penerima lahan akan langsung menggarap lahan pembagian tersebut karena sudah terbiasa dan menjadi kebiasaan.
  • Agar tidak menjadi alih fungsi lahan, maka lahan pertanian yang akan dibagikan harus dibangun infrastruktur pendukungnya seperti, jalan usaha tani, jaringan irigasi dan lain-lain.
  • Dibuat lembaga khusus untuk menangani dan mengawasi pelaksanaan penggarapan lahan. Lembaga tersebut dimulai dari kelompok tani, lembaga pemerintah di level desa, level kabupaten, level provinsi sampai level nasional.
  • Karena lahan yang dibagi merupakan lahan bukaan baru, maka disarankan pemerintah memprioritaskan lahan tersebut termasuk dalam kegiatan atau program yang berhubungan dengan sektor pertanian.

Baca juga Wujudkan Penetapan Lahan Pertanian

baner murah berpotensi
author
Peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian di Kementerian Pertanian, sejak tahun 1995. Keahlian dan minat yang diteliti khususnya tentang : ekonomi pertanian, agribisnis, kelembagaan dan manajemen, anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini

Posting Terkait

baner murah berpotensi

Tinggalkan pesan