Harga Acuan Permendag No 63/2016

1615 views
baner murah berpotensi

Sahabat Potensi. Regulasi yang berisikan tentang penetapan harga acuan untuk tujuh komoditas pangan, yaitu beras, gula pasir, daging sapi, bawang merah, cabai, kedelai dan jagung telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan dalam Permendag No 63 Tahun 2016 pada tanggal 9 September 2016. Tujuan dari penetapan harga ini adalah untuk menjamin stabilisasi harga dan pasokan 7 komoditas tersebut.

Beras yang Masuk Kedalam Harga Acuan Permendag No 63/2016

Beras yang Masuk Kedalam Harga Acuan Permendag No 63/2016

Masa berlaku harga acuan ini selama empat bulan dan harga ini akan menjadi patokan bagi badan usaha milik negara (Bulog) dalam penggadaan. Stabilisasi harga yang dijalankan oleh Bulog, dengan cara membeli produk petani. Apabila harga jualnya lebih rendah 9 persen dari harga acuan.

Akan melakukan operasi pasar apabila harganya 9 persen diatas harga acuan. Perum Bulog sendiri sudah menyiapkan anggaran awal dalam pembelian hasil produksi petani sebanyak Rp. 16 triliun.

Tabel. Harga Acuan Pembelian dan Penjualan

Komoditas Pembelian di Tingkat Petani (Rp/kg) Pembelian di Tingkat Petani (Rp/kg)
Beras

Gabah Kering Panen

Gabah Kering Giling

Beras

 

3.700

4.500

7.000

9.500
Jagung

Kadar Air 15 %

Kadar Air 20 %

Kadar Air 25 %

Kadar Air 30 %

Kadar Air 35 %

 

3.150

3.050

2.850

2.750

2.500

3.650
Kedelai

Lokal

Impor

 

8.500

6.550

 

9.200

6.800

Gula

Harga dasar

Harga lelang

 

9.100

11.000

13.000
Bawang merah

Konde basah

Konde askip

Rogol askip

 

15.000

18.300

22.500

32.000
Cabai

Cabai merah keriting

Cabai merah besar

Cabai rawit besar

 

15.000

15.000

17.000

 

28.500

28.500

29.000

Daging Sapi

Paha depan

Paha belakang

Sandung lamur

Tetalan

Daging sapi beku

Daging kerbau beku

 

98.000

105.000

80.000

50.000

80.000

65.000

Harga Acuan Menjadi Pertanyaan

Salah satu pasal dalam Permendag no. 63, khususnya pada pasal 3 ayat 2 terdapat klausal yang berisikan : Dalam melakukan pembelian dan penjualan Bulog dapat bekerja sama dengan BUMN, BUMD, koperasi dan/atau swasta. Pasal ini kelihatannya akan menimbulkan pertanyaan apabila Bulog bekerjasama dengan pihak ketiga :

  • apakah harga dalam pembelian ke petani sesuai dengan harga acuan, kalau sesuai apa keuntungan atau manfaat yang diterima oleh pihak ketiga.
  • apakah ini tidak melanggar Permendag yang telah ditetapkan, apabila pihak ketiga membeli ke petani dibawah harga acuan untuk mendapatkan manfaat.
  • apakah kelompok tani atau gapoktan (gabungan kelompok tani) bisa diikut sertakan, hal ini berdasarkan kelembagaan yang familiar dan dekat dengan petani adalah kelompok tani/gapoktan.

Untuk itu dalam implementasinya disarankan Permendag ini diberi penjelasannya, sehingga harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah benar-benar dirasakan oleh petani.

Selain itu disarankan agar waktu penetapan harga untuk tujuh komoditas mengikuti musim tanam. Musim hujan umumnya bulan Oktober s/d Maret (Okmar) dan petani hampir semuanya menanam padi.

Musim kering bulan April s/d September (Asep) dan petani pada umumnya menanam jagung, kedelai, bawang merah, cabe merah. Berdasarkan alasan diatas disarankan penetapan harga pada bulan Oktober dan berlaku sampai Januari (4 bulan), kemudian diterbitkan lagi bulan Febuari dan bulan Juni.

Adapun tujuan utama dari penetapan tanggal sesuai musim tanam, agar petani tidak mengalami kerugian pada saat panen. Hal ini dikarenakan harga komoditas pertanian akan mengalami penurunan pada saat musim panen, apalagi saat panen bersamaan (panen raya).

baner murah berpotensi
author
Peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian di Kementerian Pertanian, sejak tahun 1995. Keahlian dan minat yang diteliti khususnya tentang : ekonomi pertanian, agribisnis, kelembagaan dan manajemen, anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini

Posting Terkait

baner murah berpotensi