Akibat Rusaknya Kawasan Hutan

1241 views
baner murah berpotensi

Sahabat Potensi. Akibat terjadinya bencana dan musibah adalah ulah tangan-tangan manusia. Itu jelas sekali tidak bisa dipungkiri, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran dan lain sebagainya. Keserakahan dan kebodohan manusia yang tidak memikirkan akan akibatnya. Bencana itu datang kepada dirinya sendiri, keluarga, sanak famili bahkan keturunannya. Kalau manusia tidak mencegah dan mengelolanya dengan baik. Tidak sedikit kawasan hutan berubah fungsi yang tadinya asri alami, kini gundul yang menyebabkan erosi dan banjir bandang. Ada juga yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, untuk menghemat biaya. Alhasil hutan malah terbakar yang tidak bisa padamkan. Yang lebih parah lagi hutan hutan sudah benar-benar berubah fungsi yang tadinya harus ditanami lagi, baik dengan tanaman perkebunan ataupun pertanian, ini malah menjadi reallistit dengan dalih tempat hiburan. malah untuk keuntungan sepihak.

Kawasan hutan yang berubah fungsi

Kawasan hutan yang berubah fungsi

Bahwa kerusakan kawasan hutan akibat illegal logging, pembukaan kebun illegal, perambahan hutan dan illegal mining sudah sangat memprihatinkan. Kerusakan kawasan hutan Data areal open acces tahun 2010 tercatat ± 20 juta ha dan tidak ditindaklanjuti pengelolaannya.

Berubahnya Ijin Penggunaan Kawasan Hutan

Upaya penertiban secara persuasif sulit dilakukan, sehingga Kementerian Kehutanan meminta penegakan hukum agar lebih tegas terhadap perusak kawasan hutan. Kerusakan kawasan hutan juga dipicu oleh adanya pencabutan HPH yang selanjutnya pengawasannya diserahkan kepada daerah, tetapi tidak berjalan dengan baik.
Faktor penyebab lainnya terkait dengan pengawasan areal  hutan yang diserahkan kepada pemegang IUPHHK tidak berjalan dengan baik, sehingga lebih kurang tiga juta hektar eks HPH telah berubah menjadi kebun tanpa ijin. Pelepasan alih fungsi hutan dari Menteri Kehutanan ke Kepala Daerah.
Berlakunya UU No.22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang menganggap, bahwa Kepala Daerah (Bupati, Walikota dan Gubernur) mempunyai wewenang memberikan ijin penggunaan kawasan hutan juga mempunyai andil terhadap kerusakan  hutan.
Kerusakan hutan juga dipicu, karena tidak dijalankannya dengan baik amanat Peraturan Pemerintah (PP) No.38 tahun 2007 kepada Gubernur, Bupati dan Walikota untuk melakukan pengawasan hutan dan penegakan hukum di hutan lindung dan hutan produksi.

baner murah berpotensi
Penulis: 
author
Orang yang sederhana, ramah dan pantang menyerah. Berpengalaman kerja sebagai wartawan dan penulis sejak tahun 1999. Anda bisa menghubungi saya melalui halaman kontak website ini.

Posting Terkait

baner murah berpotensi
  1. author
    abu hafshah2 tahun agoBalas

    Memang benar, bencana yang menimpa kita saat ini adalah buah dari kita sendiri yang tidak menyadari posisinya sebagai makhluq

Tinggalkan pesan