Tentang Kami

Berikut adalah Profile lengkap Media Online Potensi Indonesia mulai dari Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Visi dan Misi hingga Alamat Redaksi dan Tim Kerja.

Kehadiran media online POTENSI-INDONESIA ditengah-tengah  masyarakat sebagai pilihan informasi yang syarat dengan pesan-pesan. Adapun pesan yang di ketengahkan tentu saja merupakan progres suatu wilayah, yaitu wilayah yang tidak tersentuh publikasi melalui media secara eksklusif, karena hampir semua pemberitaan terkadang hanya sepintas.

Perjalanan pers tentu saja menempatkan pers yang merdeka, sebab sangat membuka peluangnya terjadi gesekan antara pers dengan penguasa. Mengingat naluri pers selalu ingin mengetahui apa yang tersembunyi dibalik suatu peristiwa. Ia mengawasi dan senantiasa berada dimana-mana. Seorang wartawan akan bekerja tak mengenal lelah. Jika ada yang mengatakan bahwa pers tidak pernah tidur selama 24 jam, benar adanya. Masyarakat tidak mau tahu, bahwa setiap kejadian, pers harus mewartakannya.

Industri Media di seluruh dunia tak henti hentinya melakukan berbagai inovasi dan terobosan demi mengembangkan produk maupun pasar mereka. Sejenak setelah gempita inovasi produk yang dilakukan ratusan Media di dunia, kini upaya lebih mengembangkan sumbre-sumber pendapatan baru bagi Media di luar sumber pendapatan konvensional dari iklan dan sirkulasi.

Kemajuan teknologi informasi dalam wujudnya yang paling kongkrit ini, terutama di industri seluler, sejak beberapa tahun terakhir juga telah dilirik  oleh industri Media di seluruh dunia untuk di manfaatkan dalam menggenjot pendapatan itu. Seprti pemanfaatan sms berita, iklan melalui sms, dan berbagai  layanan berita berbasis layanan mobil serta upaya untuk mengembangkan  jaringan distribusi  tiada henti dilakukan. Tentu kita  tidak bisa membandingkan dengan mata telanjang, kehidupan dan kemajuan pers barat dan pers nasional, meskipun pemerintah dari waktu kewaktu senantiasa memberi ruang yang relatif cukup bagi pers berkembang.

Menyimak perkembangan pers nasional, kini yang telah berkembang menjadi industri memang menarik. Pertumbuhan  media cetak bagai jamur di musim hujan simak saja puluhan bahkan ratusan media  tumbuh subur selama delapan tahun belakangan ini. Baik Koran, tabloid, maupun majalah di seluruh  nusantara. pertumbuhan media electronic (media online) demikian juga. Tak ada lagi sensor dan kekangan dari pemerintah.

Undang-undang pers  memberikan jaminan untuk itu, namun kehadiran sebuah penerbitan tetap harus mengacu pada UU No.40/1999 tentang  pers. Meski pasal 4 ayat (2) UU ini mengatakan. ”terhadap pers nasional tidak di kenakan  penyensoran, pemberedelan atau pelanggaran penyiaran”.

Para pemilik dan pengelola Media di masa sekarang tampaknya  saling berlomba meraih pasar. Mereka berlomba menyajikan penampilan dan isi media cetak yang menarik, agar  masyarakat menjadi pembaca sekaligus pelanggannya.

Industri media di Indonesia dalam kurun lima tahun belakang  menghadapi dilema yang luar biasa. Ketika jumlah penerbitan  terus bertambah  seiring dengan kebebasan  menerbitkan media, justru pertumbuhan pasar pembaca dan oplah tidak berlangsung secara signifikan. Sementara jumlah pengunjung media online di seluruh  Indonesia  ditaksir lebih dari 130 juta orang.

Di era reformasi  dalam memahami institusi pers khususnya mediamasa harus dilihat dari dua aspek yaitu idil dan komersil. Lembaga pers  yang telah berkembang menjadi industri besar  dengan omset besar juga, harus tunduk pada mekanisme pasar. Kekuatan pasar akan sangat menentukan perkembangan pers. Artinya pers juga tunduk  pada kekuatan pasar itu. Tapi bukan berarti pers harus mengorbankan idealismenya. Pers yang seolah olah hanya memenuhi pasar tanpa di imbangi konsep  atau idealisme, tidak bisa di benarkan, pers tidak bisa di dikte. Pers juga dituntut untuk menjadi agen perubahan.

Didalam penyajianya, Media Online tentunya harus  mengedepankan apa yang di iginkan pasar. Media Online di tuntut berkwalitas isinya  dan tentunya  harus punya sumberdaya manusia (SDM) yang berkwalitas. Ada sejumlah faktor  yang melatari  masyarakat memilih suatu penerbitan. Faktor itu antara lain berkait dengan kredibilitas kedalam berita, kelengkapan jenis berita atau ragam berita, gaya penulisan dalam membahas berita, kombinasi  teks dan grafisnya, peletakan susunan berita.

Menyimak hal tersebut, perkembangan pers nasional kini yang telah berkembang menjadi suatu industri  memang menarik. Pertumbuhan  media berkembang bagaikan jamur di musim hujan. simak saja puluhan bahkan ratusan media tumbuh selama  delapan tahun kebelakang, baik Koran, tabloid maupun majalah di seluruh nusantara. Pertumbuhan media elektronik pun demikian . Tidak ada lagi sensor dan kekangan  dari pemerintah.

Visi: Menjadi Media terdepan  dan terpercaya untuk mengangkat potensi daerah sebagai asset.

Misi: Memberikan informasi secara transfaran melalui pemberitaan yang factual dan actual.

Mengangkat harkat dan martabat  bangsa dengan informasi positif dan professional, serta sebagai media  yang berperan aktif dalam mengembangkan  sumber daya manusia Indonesia.